Apa itu Internet of Things (IoT) ?

source from www.vecteezy.com

Kemajuan teknologi kian hari semakin tak bisa kita ikuti. Dulu mungkin teknologi yang kita tonton di film-film fiksi maupun robot-robotan hanya sebatas tertayang di imajinasi saja, tetapi kini hampir semua hal yang pernah kita tonton itu sedikit demi sedikit terwujudkan dan menjadi kenyataan. Sekarang berbagai peralatan dan mesin sudah dilengkapi dengan teknologi pintar yang dapat membantu memudahkan pekerjaan manusia sehari-hari. Misalnya seperti mobil pintar (smart car) yang dapat mengendalikan dirinya sendiri tanpa bantuan seorang pengemudi, rumah pintah (Smart home) yang semua kendali peralatan listrik rumah tangga dan elektronika dapat melakukan tugasnya secara otomatis, dan banyak lagi kemajuan teknologi lainnya yang ada di sekitar kita. Semua teknologi tersebut merupakan bagian dari Internet of Things.

Apa itu Internet of Things?

Internet of Things adalah sebuah konsep teknologi yang memanfaatkan fungsi jaringan internet untuk melakukan interaksi antar objek tertentu tanpa memerlukan perantara dan interaksi dari manusia ke manusia. Internet of Things sering kali kita singkat dengan IoT.

Konsep IoT sebenarnya sudah sering kita temui disekitar kita. Contoh penerapan dasar bisa kita jumpai misalnya pada penggunaan E-KTP. E-KTP yang kita miliki masing-masing tertanam chip antena yang memungkinkan proses identifikasi data dengan RFID (Radio Frequency Identification) sebagai media komunikasi. Tidak sebatas RFID, IoT juga mencakup pemanfaatan teknologi sensor, serta enkripsi kode seperti QR Code yang sering kita gunakan.

Jadi apa saja kehandalan dari penggunaan IoT? Adapun kemampuan IoT misalnya, kita dapat mengontrol dan memantau kondisi rumah kita dari jarak yang jauh menggunakan internet, seperti menyiram tanaman otomatis ketika sedang kering, menyalakan pendingin ruangan saat suhu ruangan di rumah sedang tinggi, hingga memantau keadaan rumah agar terhindar dari kemalingan. Semua tindakan tersebut dapat kita lakukan dengan bantuan sensor sebagai inputan sistem IoT, internet sebagai media transmisi data dalam IoT, dan Smartphone atau laptop sebagai output atau bahkan yang mengendalikan. Jadi, sederhananya IoT merepresentasikan alat atau perangkat yang dapat diidentifikasi dan dikendalikan melalui jaringan Internet.

Bagaimana cara kerja Internet of Things?

IoT bekerja dengan memanfaatkan perintah yang dikodekan dalam bahasa pemrograman tertentu, yang mana disetiap perintah tersebut dapat menghasilkan instruksi yang menyebabkan terjadinya interaksi antar perangkat yang telah terhubung ke jaringan Internet secara otomatis tanpa campur tangan manusia tanpa terbatas oleh jarak

Jadi, Internet di sini menjadi kunci yang menghubungkan antara kedua interaksi perangkat tersebut. Lalu di manakah manusia akan terlibat? Manusia dalam sistem IoT hanya bertugas menjadi pemantau sekaligus pengatur dari perangkat yang bekerja secara otomatis tersebut. Simak lebiih lanjut cara kerja IoT dengan menonton video berikut.

Apa saja unsur pembentuk IoT?

Dalam membuat sebuah sistem IoT ada beberapa unsur mendasar, termasuk diantaranya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), jaringan komunikasi, sensor, serta perangkat elektronika. Berikut penjelasan masing-masing unsur pemberntuk IoT secara singkat:

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI)

source from www.vecteezy.com

Hampir semua perangkat IoT yang ada dapat kita anggap sebagai sebuah “perangkat pintar”. Hal ini menjadikan IoT sebagai alat yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kita dalam segala aspek kehidupan.dengan teknologi yang didasarkan pada AI. Pengembangan teknologi yang ada dilakukan dengan pengumpulan data (misalnya oleh sensor), algoritma kecerdasan buatan yang diterapkan oleh bahasa perograman, dan tentu saja koneksi jaringan yang tersedia. Sebenarnya contoh penerapannya bisa menjadi alat yang sederhana, misalnya membuat sebuah dispenser yang dapat mendeteksi level air dalam botol galon, bahkan dapat memesan air galon secara otomatis ketika level air pada botol galon hampir habis. Bagaimana pendapatmu? Bukankah contoh penerapan IoT ini sangat menarik untuk kamu terapkan bukan?

Jaringan Komunikasi

Dalam membuat perangkat IoT, kemungkinan penggunaan banyak jaringan sangatlah besar. Hal ini dikarenakan sistem kerja perangkat ioT yang cukup kompleks sehingga membutuhkan banyak sub-sub jaringan. Oleh karena itu jaringan IoT tidak lagi terikat hanya dengan sumber utamanya saja. Untuk membuat jaringan baru dan jaringan khusus IoT yang terpisah, kita dapat menciptakan sub jaringan kecil tersebut di antara perangkat sistem.

Sensor

source from www.vecteezy.com

Sensor merupakan salah satu komponen pokok yang membuat kerja IoT unik dibanding sistem canggih lainnya. Sebuah sensor perperan untuk mendefinisikan dan mengidentifikasi perubahan besaran-besaran tertentu yang diukur, yang selanjutnya diolah dan kirim ke sebuah perangkat pasif yang dikendalikan oleh manusia. Hal ini yang membuat sistem IoT aktif dan mampu diintegrasikan ke kehidupan kita yang nyata.

Perangkat Elektronika

Perangkat elektronika ini didefinisikan sebagai bagian yang dapat berperan pasif sekaligus aktif dalam penerapan IoT. Misalnya seperti Smartphone yang dapat kita manfaatkan untuk mengendalikan peralatan listrik rumah tangga, atau difungsikan hanya sebagai perangkat monitoring saja seperti saat memonitor CCTV. Selain itu perangkat elektronika juga dapat kita bayangkan seperti mini sistem mikrokontroler (Arduino, STM32, ESP8266, Raspberry Pi, Odroid, dll) yang memiliki fungsi yang sangat mendasar dalam memproses masukan dan memberikan keluaran. Semakin canggih sistem kontrol yang kita gunakan maka akan semakin lengkap tindakan sistem IoT yang dapat kita terapkan.

Leave a Reply